PPD Ajak Pelajar Tinggalkan Tawuran dan Mengutamakan Pendidikan serta Kegiatan Positif

ANALISA INDONESIA

- Redaksi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 15:26 WIB

508 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Payung Pemuda Demokrasi (PPD) menggelar diskusi publik bertajuk “Menuju 1 Abad Sumpah Pemuda: Menggugat Ketimpangan Akses Pendidikan” di Warkop Ikhlas Joglo, Jalan Strategi Raya Nomor 5, Joglo, Kembangan, Jakarta Barat, Selasa (20/10/2026).

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 17.00 WIB tersebut diikuti sekitar 50 peserta yang terdiri atas pelajar.

Diskusi tersebut menghadirkan Radit, demisioner Senat Universitas Atma Jaya, Bintang, mahasiswa Fakultas Hukum Atma Jaya, serta Agif, aktivis PPD. Kegiatan dipandu oleh Irwansyah alias Wancah, pendiri Titik Kumpul Pemuda. Sejumlah peserta diketahui berasal dari kelompok pelajar.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan Sumpah Pemuda yang diikuti peserta. Selanjutnya, para narasumber menyampaikan pandangan mengenai ketimpangan akses pendidikan, kondisi sarana dan prasarana sekolah, keterbatasan ekonomi sebagai hambatan pendidikan, serta pentingnya pemerataan kualitas pendidikan di berbagai wilayah Indonesia.

Melalui keterangan Humas Payung Pemuda Demokrasi (PPD), Selasa (20/10), Radit, demisioner Senat Universitas Atma Jaya, menyoroti kondisi pendidikan di sejumlah wilayah Indonesia bagian timur, khususnya Papua, Flores dan Maluku. Ia menilai, keterbatasan fasilitas sekolah, ketidakseimbangan kebutuhan tenaga pendidik, serta belum meratanya akses pendidikan menjadi persoalan yang memerlukan perhatian serius pemerintah. Ia juga menekankan pentingnya pemenuhan hak pendidikan bagi seluruh warga negara, termasuk masyarakat di wilayah terpencil.

Sementara itu, Bintang menegaskan bahwa, hak memperoleh pendidikan telah dijamin dalam Pasal 28C ayat (1) dan Pasal 31 UUD 1945, serta Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Menurutnya, faktor ekonomi, kesenjangan pembangunan antarwilayah, dan keterbatasan fasilitas pendidikan masih menjadi tantangan dalam mewujudkan pemerataan akses pendidikan. Ia turut menyoroti perlunya transparansi anggaran pendidikan, termasuk pembahasan mengenai alokasi anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG), agar kebutuhan pendidikan dapat terpenuhi secara menyeluruh.

Adapun Agif, mengajak para pelajar untuk mengutamakan pendidikan, diskusi dan pengembangan kemampuan intelektual sebagai sarana menyikapi persoalan sosial. Ia menekankan bahwa, ilmu pengetahuan dapat menjadi landasan perjuangan untuk mendorong perubahan tanpa kekerasan. Ia juga mengingatkan pentingnya menjauhi tawuran serta membangun generasi muda yang kritis, berintegritas dan memiliki kepedulian terhadap kepentingan masyarakat.

Pada sesi akhir, PPD menyampaikan manifesto pendidikan yang menekankan pentingnya sistem pendidikan nasional yang berkualitas, terjangkau, berlandaskan Pancasila dan UUD 1945, serta memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh warga negara. Manifesto tersebut juga memuat kritik terhadap persoalan korupsi, ketimpangan sosial dan berbagai kebijakan yang dinilai belum sepenuhnya berpihak kepada kepentingan rakyat.

Melalui manifesto tersebut, PPD menyampaikan lima gagasan utama, yakni:
– Penyelenggaraan pendidikan berkualitas dan terjangkau,
– Penguatan nilai kemanusiaan,
– Pengembangan kebebasan berpikir yang bertanggung jawab,
– Penanaman semangat belajar sepanjang hayat, serta,
– Pembentukan generasi intelektual yang berintegritas dan memiliki keberpihakan terhadap kepentingan masyarakat. Selanjutnya seluruh rangkaian acara berakhir sekitar pukul 18.54 WIB. (Red).

Berita Terkait

PW GP Al Washliyah DKI Dukung Kapolda Metro Jaya, Masyarakat Kini Punya Akses Pengaduan Langsung Ke Kapolda
Sekjen PP GP AL Washliyah: Pernyataan AHY Adalah Edukasi Demokrasi, Jangan Diartikan Sebagai Ambisi Politik 2029
Gebrak Lapangan! Karutan Jakarta Pusat Deklarasikan Perang Lawan Pungli, dan HALINAR Lewat Pendekatan Humanis
Prabowo, Anies dan Samsuri, S.Pd.I, M.A adalah Tiga Besar Tokoh Nasional Potensial untuk Pilpres 2029
Dukung Imbauan Panglima TNI, PW GP Al Washliyah Minta Warga Waspadai Narasi Provokatif di Medsos
Jangan Giring Opini dengan Video Terpotong, Dedi Siregar Bela Pernyataan Utuh Zulhas
Prof. Sutan Nasomal Harapkan Presiden Prabowo Perintahkan Polri Berbenah, Soroti Dugaan Kisruh di Polres Batu Bara
Usai Diperiksa Kejati DKI, Entjik S. Djafar dan Kuseryansyah Hindari Media, AFPI DisorotUsai Diperiksa Kejati DKI, Entjik S. Djafar dan Kuseryansyah Hindari Media, AFPI Disorot

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 15:26 WIB

PPD Ajak Pelajar Tinggalkan Tawuran dan Mengutamakan Pendidikan serta Kegiatan Positif

Selasa, 8 September 2026 - 07:59 WIB

Sekjen PP GP AL Washliyah: Pernyataan AHY Adalah Edukasi Demokrasi, Jangan Diartikan Sebagai Ambisi Politik 2029

Senin, 24 Agustus 2026 - 15:40 WIB

Gebrak Lapangan! Karutan Jakarta Pusat Deklarasikan Perang Lawan Pungli, dan HALINAR Lewat Pendekatan Humanis

Selasa, 18 Agustus 2026 - 00:18 WIB

Prabowo, Anies dan Samsuri, S.Pd.I, M.A adalah Tiga Besar Tokoh Nasional Potensial untuk Pilpres 2029

Senin, 10 Agustus 2026 - 13:39 WIB

Dukung Imbauan Panglima TNI, PW GP Al Washliyah Minta Warga Waspadai Narasi Provokatif di Medsos

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 11:31 WIB

Jangan Giring Opini dengan Video Terpotong, Dedi Siregar Bela Pernyataan Utuh Zulhas

Kamis, 6 Agustus 2026 - 17:47 WIB

Prof. Sutan Nasomal Harapkan Presiden Prabowo Perintahkan Polri Berbenah, Soroti Dugaan Kisruh di Polres Batu Bara

Senin, 3 Agustus 2026 - 12:03 WIB

Usai Diperiksa Kejati DKI, Entjik S. Djafar dan Kuseryansyah Hindari Media, AFPI DisorotUsai Diperiksa Kejati DKI, Entjik S. Djafar dan Kuseryansyah Hindari Media, AFPI Disorot

Berita Terbaru